Tutorial Install FluidNC
0 Comments - 13 Oct 2024
 FluidNC adalah CNC controller generasi penerus dari GRBL yang saat awal dikembangkan dulu ditujukan untuk MCU arduino uno, tapi dan dalam perkembanganya dapat di pasang ke MCU keluarga arduino lainnya (Arduino Nano / Mega 2560) MCU 8 bits dengan clock speednya hanya 16Mhz dengan jumlah pin yang sangat terbatas.Sedangkan FluidNC menggunakan M...

More Link
Memperbaiki hasil print yang muncul bercak blok warna
0 Comments - 18 Sep 2024
 Sudah beberapa hari ini setiap kali print sering muncul bercak blok warna warni, kadang blok hitam di kertas yang sedang diprint, munculnya random tidak di setiap kertas yang diprint.Cari-cari tutorial nggak nemu-nemu, akhirnya bongkar sendiri printer, dan kecurigaan penyebab masalah mengarah ke pita encoder strip printer yang letaknya di de...

More Link
Bookmark and Share

01 April 2014

Siapa Perampok Sebenarnya?

  • Share
  • [i]
Dalam sebuah perampokan bank, para perampok mengingatkan semua sandera, "Jangan bergerak. Kehilangan uang di bank ini nggak akan berpengaruh banyak buat kalian. Serahkan saja pada kami, lebih baik sayangilah nyawa kalian!"
Ini bukan sekadar ancaman. Ini disebut Merubah Paradigma. Cara berpikir otak akan mudah terpengaruh dalam tekanan tertentu.

Ketika teller wanita merasa ketakutan yang berlebihan, perampok berkata, "Tenang saja nona. Isi saja semua kantong dengan uang. Kami ke sini untuk merampok, bukan memperkosa."

Ini disebut Profesionalitas. Para perampok bank hanya bertujuan menjarah semua uang dan benda berharga. Tujuan mereka tidak boleh teralihkan, karena bisa mengacaukan misi.

Begitu para perampok kabur dan kembali ke markas. Salah satu anggota - baru lulus dari pendidikan tinggi - meminta kepada pimpinan mereka (yang hanya lulusan SD) agar menghitung uang segera dan dibagikan merata.
Sang pimpinan yang lulusan SD itu menjawab, "Tenang kawan, jangan bodoh. Menghitung dan membagi-bagi sekarang sangat bahaya. Kita endapkan dulu, lihat berita di tivi agar tahu situasi."

Ini disebut Pengalaman. Di jaman sekarang, pengalaman lebih penting daripada selembar kertas ijazah.
 
Sementara itu.... kondisi di bank setelah dirampok.

Manager bank melaporkan pada pimpinan pusat agar segera memberi rincian kerugian pada polisi. Namun pimpinan pusat memberi perintah balik, "Tambahkan 150 juta dalam laporan!"

Manager bank pun menambahkan 170 juta! Artinya 20 juta masuk ke kantong pribadinya.

Hari berikutnya, reporter tivi mengumumkan berita, "Dalam kasus perampokan Bank A kemarin, pihak yang berwajib merilis kabar pers bahwa kerugian ditaksir mencapai 200 juta."
Para perampok yang menyaksikan berita tivi kegirangan. Mereka pun mulai menghitung hasil jarahan. Ternyata hasilnya hanya 30 juta. Sang pemimpin pun geram, "Sialan! Kita yang bekerja bertaruh nyawa tapi pihak Bank tetap untung besar. Memang lebih baik sekolah sampai sarjana!"

Inilah yang disebut Pengetahuan Lebih Berharga dibanding Harta Karun.

Sementara pihak bank tertawa puas. Kerugian mereka diganti pihak asuransi. Pasar saham aman berkat peristiwa perampokan. Manager bank pun senang karena rekeningnya bertambah kembung.

Inilah yang disebut Kejahatan Kerah Putih.

Nah, jadi pertanyaanya: Siapa perampok sebenarnya, dan bagaimana paradoks dalam sistem pendidikan yang terjadi di dunia nyata?

Catatan:
Kami tidak menerjemahkan artikel asli dalam bahasa Inggris, melainkan disesuaikan dengan kondisi di sini. Ada idiom yang sulit dicari padanan ke bahasa Indonesia seperti misalnya "swimming with the tide" (berenang di arus pasang) menggambarkan manager bank yang memanfaatkan situasi, "mengambil kesempatan dalam kesempitan" tapi kurang enak di telinga kita. Semoga maklum :)

Sumber:
http://www.apakabardunia.com/2014/03/siapa-perampok-sebenarnya.html

0 comments:

Bookmark and Share