18 Agustus 2011

Sesaat setelah mati

  • Share
  • [i]
Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. pernah meriwayatkan bahwa begitu seseorang meninggal dunia, ketika jenazahnya masih terbujur, diadakanlah “upacara perpisahan” di alam ruh. 

Pertama-tama ruh mayit dihadapkan kepada seluruh kekayaannya yang dia miliki. 
Kemudian terjadi dialog antara keduanya. Mayit itu berkata kepada seluruh kekayaannya, “Dahulu aku bekerja keras untuk mengumpulkan kamu, sehingga aku lalai dan lupa untuk mengabdi kepada Allah, bahkan sampai aku tidak mau tahu mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang, apa yang akan kamu berikan sebagai bekal dalam perjalananku ini.” Lalu harta kekayaan itu berkata, “Ambillah dariku hanya untuk kain kafanmu.” 

Sesudah itu si mayit dihadapkan kepada seluruh keluarganya (anak-anaknya, suami atau istrinya), 
lalu si mayit berkata, “Dahulu aku mencintai kalian, menjaga dan merawat kalian dengan sepenuh hatiku. Begitu susah payah aku mengurus diri kalian, sampai aku lupa mengurus diriku sendiri. Sekarang apa yang kalian mau bekalkan kepadaku pada perjalanan menuju Allah ini?” Kemudian keluarganya mengatakan, “Kami antarkan kamu sampai ke kuburan.”  

Setelah itu si mayit akan dijemput oleh makhluk jelmaan amalnya. 
Kalau selama hidup ia banyak beramal saleh, maka dia akan dijemput oleh makhluk yang berwajah ceria dengan memancarkan cahaya dan aroma semerbak, yang jika dipandang akan menimbulkan kenikmatan tiada taranya. Sebaliknya, bila waktu hidup sering membangkang pada perintah Allah dan Rasul-Nya, maka si mayit akan dijemput oleh makhluk yang menakutkan, dengan bau yang teramat busuk. Makhluk jelmaan itu lalu mengajak si mayit pergi. Bertanyalah si mayit, “Siapakah Anda ini sebenarnya? Saya tidak kenal dengan Anda.” Makhluk itu kemudian menjawab, “Akulah jelmaan amal kamu sewaktu hidup, dan aku akan selalu menemanimu dalam menempuh perjalanan panjang menuju Ilahi.” 

Sumber : Buku Bahan Renungan Kalbu

0 comments: